Jumat, 02 Januari 2015

Kado Tahun Baru

Suaranya masih sama, masih terdengar berat di seberang sana seperti sedang di tengah kebisingan. Aku suka dengar suaranya. Tapi, pipiku mulai menghangat, aku merasakan ada yang hampir jatuh di ujung mataku, aku hampir saja menangis.
"Selamat tahun baru, Bapak," suaraku bergetar mengatakannya, seolah aku sedang memberikan sambutan di depan ribuan penonton sedang aku di belakang mimbar dengan disoroti satu lampu kuning. Aku begitu menikmati percakapan ringan kami via kabel pagi itu, rasanya ... tak ada jarak di antara kami, bahkan, tembok sepertinya sudah tidak mampu berdiri kokoh membatasi setiap ruangan yang ada. Tapi waktu masih selalu berjalan hingga percakapan kami harus berujung pada salam perpisahan.
"Daa Bapak, sehat terus ya..."
"Yaa, Ayu juga ya. Sayang Ayu..."
Aku terdiam, pipiku semakin memanas, dan linangan air mata yang sedari tadi tertahan di ujung mata mengalir deras. Hatiku bergetar, jantungku berdetak sangat cepat. Aku begitu terharu mendengar bapak menyampaikan sayang terlebih dulu sebelum aku menyampaikannya. It is such a cannot-be-told feeling. Aku benar-benar tak mampu menyampaikan perasaanku dalam rangkaian kata seperti yang biasa kulakukan. Well, now I understand why people say that words doesn't change someone's life, but who say that does. I'm feeling so grateful, ini hampir sama dengan mendapat kado tahun baru yang sangat berharga or even more precious than any gift. Aku menjadi sangat yakin, tahun ini akan menjadi tahun yang luar biasa dari tahun sebelumnya. Aku masih saja meneteskan air mata, tapi kali ini aku menangis dengan torehan senyum yang sangat-sangat tulus.
"Ayu juga sayang, sayang banget sama bapak."  
Aku sudah tidak dengar lagi bising di seberang dan suara bapak. Panggilan via kabel kami berakhir sangat manis. I wish you a great year ahead, Bapak. I love you. Happy new year 2015.

4 komentar:

  1. Bapak pasti selalu sayang cah ayu yang rajin sholatnya ini :)

    BalasHapus
  2. Jadi kangen bapak juga karena bapak saya jg sejak lama kerja di luar kota cuma sesekali pulang, semoga beliau-beliau semua sehat selalu bisa melihat perkembangan kita sampai sukses yah! amin
    Nice post anyway!
    Love, Lia www.ardiatami.com

    BalasHapus
  3. ameen, I wish we can be his little queen who cam make them proud to be our king :D anyway, I always love your posts on your blog since I was in senior high.

    BalasHapus