“Isn’t
it funny that sometimes the best conversations are the ones that lead to
nowhere? Ketika percakapan itu sendiri cukup gregetnya untuk jadi main act.
Bukan sekedar opening act atau foreplay seperti biasanya.” - Tanya
Baskoro, Critical Eleven (Ika Natassa)
"If there's a book that you want to read, but it hasn't been written yet, then you must write it." ― Toni Morrison
Selasa, 30 Agustus 2016
“Travel
is a remarkable thing, right? Di pesawat, di bus, di kereta api, berjalan kaki,
it somehow brings you to a whole other dimension more than just physical
destination.” - Tanya Baskoro, Critical Eleven (Ika Natassa)
“…karena
setiap aku diam, my mind would start to
wander to places I don’t want it to wander to. Mempertanyakan makna hidup,
tujuan hidup ini sebenarnya mau ngapain, apakah aku sudah melakukan apa yang
seharusnya aku lakukan sebagai manusia pada umur segini…”- Tanya
Baskoro, Critical Eleven (Ika Natassa)
“I’m one of those weird people who loves airport.
There’s just something liberating yet shooting about it.” - Tanya Baskoro, Critical Eleven (Ika
Natassa)
“Did
I mention that I actually hate flying? Aku suka bandara tapi aku benci terbang.
Bukan masalah terbangnya, tapi ,masalah menyerahkan nasib di tangan orang lain
selama berada di dalam pesawat dan tidak bisa kemana-mana.” - Tanya
Baskoro, Critical Eleven (Ika Natassa)
Senin, 02 Mei 2016
My Goodreads: A Very Yuppy Wedding
The life of a business banker is 24/7, dan bagi Andrea, banker muda yang tengah meniti tangga karier di salah satu bank terbesar di Indonesia, rasanya ada 8 hari dalam seminggu. Power lunch, designer suit, golf di Bintan, dinner dengan nasabah, kunjungan ke proyek debitur, sampai tumpukan analisis feasibility calon nasabah, she eats them all. Namun di usianya yang meninjak 29 tahun, Andrea mungkin harus mengubah prioritasnya, karena sekarang ada Adjie, the most eligible bachelor in banking yang akan segera menikahinya. So she should be smiling, right? Not really. Tidak di saat ia harus memilih antara jabatan baru dan pernikahan, menghadapi wedding planner yang demanding, calon mertua yang perfeksionis, target bank yang mencekik, dan ancaman denda 500 juta jika ia melanggar kontrak kerjanya. Dan tidak ada Manolo Blahnik atau Zara atau Braun Buffel yang bisa memaksanya tersenyum di saat ia mulai mempertanyakan apakah semua pengorbanan karier yang telah ia berikan untuk Adjie tidak sia-sia, ketika ia menghadapi kenyataan bahwa tunangan sempurnanya mungkin berselingkuh dengan rekan kerjanya sendiri. Welcome to the world of Andrea Siregar, the woman with the most rational job on the planet as she is making the most irrational decisions in her own personal life
Kembali lagi aku menulis blog setelah sebelumnya aku bilang aku kembali juga dari kesibukan skripsi. Alright, A Very Yuppy Wedding merupakan novel pertama Ika Natassa yang diterbitkan. Well, so far I know "Underground" was written first, hanya saja Underground justru baru secara resmi dilahirkan untuk dinikmati para pembaca. Novel pertama terbit, tapi justru aku baca setelah aku menamatkan Antologi Rasa, Divortiare dan Critical Eleven-nya kak Ika di kumpulan cerpen bertajuk Autumn Once More. Aku sampai susah payah cari reader yang bersedia menjual bukunya yang edisi lama karena menurutku, gambar di sampulnya sangat representatif untuk judulnya. A ton of sticky notes with thousands reminders in it. It's super interesting. Well, seperti di buku-buku yang sebelumnya aku baca, pengkarakteran dan setting di novel ini masih sama, seputar banker's life, a young banker's life.
Banyak yang meninggalkan kritikan tentang ini di beberapa review dan situs resmi Goodreads,
Label:
a very yuppy wedding,
avyw,
goodreads,
ika natassa,
metropop,
my goodreads,
novel,
novel review,
review
Langganan:
Komentar (Atom)

