Jumat, 28 Juni 2013

4 sama dengan A

Adalah sebuah representasi hasil belajar untuk kebanyakan mahasiswa ! Yang paling Maha itu A yang mewakili angka tertinggi, 4. Celaka, bukan huruf A yang ada di portal akademikku untuk merepresentasikan satu matakuliah yang disebut-sebut soul-nya PBI, STRUCTURE !
Matakuliah tiga sks yang mematikan. Aku kecewa. Dengan aku sendiri. Aku kecewa dengan diriku sendiri ! Damn!

Kamis, 27 Juni 2013

"Sapi-sapi perah Nyai dalam mempersiapkan diri jadi sapi perah, sapi penuh, sapi dewasa, membutuhkan waktu hanya tiga sampai empatbelas bulan. Bulan! Manusia membutuhkan belasan, malah puluhan tahun, untuk jadi dewasa, manusia dalam puncak nilai dan kemampuannya. Ada yang tidak pernah jadi dewasa memang, hidup hanya dari pemberian seseorang atau masyarakatnya: orang-orang gila dan kriminil. Mantap-tidaknya kedewasaan dan nilai tergantung pada besar kecilnya dan banyak-sedikitnya ujian, cobaan-si kriminil dan si gila itu-tidak pernah dewasa. Dan sapi hanya tiga atau empatbelas bulan persiapan-tanpa cobaan, tanpa ujian ...."


— Dokter Martinet dalam Bumi Manusia
"...dan cinta tak lain dari sumber kekuatan tanpa bandingan, bisa mengubah, menghancurkan atau meniadakan, membangun atau menggalang..."


— Dokter Martinet dalam Bumi Manusia
"Tahu kau apa yag paling mengagumkan tentangnya? Dia Berani menyatakan pendapat! Sekalipun belum tentu benar. Dia tak takut pada kekeliruan. Tabah, berani belajar dari kesalahan sendiri. God!"


— Juffrouw Magda Peters dalam Bumi Manusia
"kau akan berhasil dalam setiap pelajaran, dan kau harus percaya akan berhasil, dan berhasillah kau; anggap semua pelajaran mudah, dan semua akan jadi mudah; jangan takut pada pelajaran apa pun, karena ketakutan itu sendiri kebodohan awal yang akan membodohkan semua."


— Bumi Manusia
"...Nenenda: setiap lelaki yang beristri lebih dari seorang pasti seorang penipu, dan menjadi penipu tanpa semau sendiri."


— Dokter Martinet dalam Bumi Manusia
"Melawan pada yang berilmu dan pengetahuan adalah menyerahkan diri pada maut dan kehinaan."


— Miriam de la Croix dalam Bumi Manusia